Tana Toraja

Jenis Ukiran Toraja Beserta Maknanya Bagian 3

Rumah adat suku Toraja atau Tongkonan yang berhiaskan ukiran yang hampir memenuhi dinding dari Tongkonan memilikiragam jenis beserta makna dari masing-masing ukiran. Ada begitu banyak ragam atau corak dari ukiran Toraja dan pada jaman dahulu tidak semua rumah Tongkonan bisa diukir,demikianpun dengan ukiran itu sendiri ada beberapa corak atau ragam dari ukiran itu sendiri hanya bisa diukir di Tongkonan tertentu saja.

Sebelumnya saya sudah pernah menuliskan beberapa dari jenis ukiran beserta maknanya, kali ini saya akan mencoba menuliskan beberapa jenis ukiran lainnya yang bersumber dari beberapa refrensi,dan jikalau ada kesalahan nama jenis ukiran ataupun maknanya boleh dikoreksi untuk diperbaiki.

1. PAQBOKOQ KOMBA KALUAQ

Kata ini merupakan kata majemuk dalam bahasa Toraja yang terdiri dari kata “bikoq” artinya belakang dan “komba” artinya hiasan berupa gelang serta “kaluaq” yang artinya lebar atau besar. Jadi “paqbokoq komba kaluaq” artinya perhiasan gelang yang terbuat dari emas dan bentuk manik-manik yang tersusun rapi menurut arsitektur Khas Toraja. Harga satu benda ini kalau dijual biasanya mencapai sekitar 7(tujuh) ekor kerbau. Penggunaan benda ini biasanya dipakai oleh wanita-wanita toraja pada pesta syukuran untuk dewa-dewa.

MAKNANYA:

Melambangkan tanda kewibawaan dan kebesaran bagi bangsawan Toraja.

Baca juga:

Jenis Ukiran Toraja Beserta Maknanya Bagian I

Jenis Ukiran Toraja Beserta Maknanya Bagian II

2. PAQERONG

Erong bagi masyarakat Toraja adalah sejenis peti yang setiap waktu dapat dibuka menurut adat untuk menyimpan tulang belulang dari satu rumpun keluarga. Jadi erong ini adalah tempat mengumpulkan tulang belulang orang mati dalam satu rumpun yang biasanya disimpan di dalam gua-gua. Pada saat tulang belualang disimpan untuk disatukan harus melalui ritual atau uoacara menurut adat setempat. Benda ini hanya dimiliki oleh Para Bangsawan yang ada di Toraja. Bentuk dari erong ini bermacam macam misalnya sepertiKerbau,babi dan ada pula yang seperti perahu dan memiliki bentuk ukuran yang berbeda-beda.

MAKNANYA:

Orang Toraja percaya bahwa dengan mengukir erong arwah dari orang yang sudah meninggal itu merasa diperhatikan dan arwah-arwah ini diharapkan akan memberkati dalam bentuk rezeki kepada semua kaum keluarga.

3. PAQSIBORONGAN

Siborongan artinya mengerjakan secara berkelompok atau bahagian yang tertentu dalam bentuk kelompok tetapi mempunyai hubungan dalam kesatuan. Ukiran ini merupakan hiasan rumah-rumah Tongkonan bagi rumoun keluarga yang besar.

MAKNANYA:

Persatuan dalam kekerabatan keluarga selalu menjadi wadah kehidupan walaupun masing-masing sudah berkembang mempunyai lapangan hidup sendiri-sendiri.

4. PAQDOTI SILUANG I

Doti dalam bahasa Toraja mempunyai 3 arti yaitu ilmu hitam yang dapat mencelakakan orang dan dapat juga berarti kerbau belang serta nama sejenis ukiran dalam bahasa kebudayaan Toraja. “Siluang” artinya bersama-sama dalam satu sarung. Ukiran ini diumpamakan sebagai seperti kerbau belang yang sangat berharga bagi masyarakat Toraja. Ukiran ini dapat dijumpai pada dinding-dinding rumah adat toraja dan pada pembungkus mayat wanita bangsawan Toraja.

MAKNANYA:

Menurut kepercayaan Toraja dahulu, wanita adalah lambang keanggunan tetapi kadang-kadang karena wanita pula tidak berhati-hati, orang menjadi hancur dan celaka.

5. PAQDOTI SILUANG II

Ukiran ini juga dapat kita jumpai pada dinding rumah Tongkonan dan pada pembungkus mayat khusus wanita.

MAKNANYA:

Peringatan untuk berhati-hati mendengarkan dan memecahkan peristiwa atau masalah yang sumbernya dari wanita(biasanya dalam bentuk keluhan) karena dari wanita lah biasa muncul persoalan yang dapat membuat pikiran jadi kalut hingga akhirnya menyusahkan.

6. PAREQPO SANGBUA

Reqpo artinya menari lincah sambil melipat lutut dalam bentuk siku-siku. “Sangbua” artinya tunggal. Jadi artinya ukiran ini berbentuk garis siku-siku serong berlapis-lapis akhirnya membentuk satu kesatuan yang bermakna dan bernilai seni arsitektur bagi masyarakat Toraja. Bentuk ukiran ini biasanya dtemukan di lumbung disekeliling balok pelintang tumpuan dinding (samborinding)

MAKNANYA:

Melambangkan kebersamaan dan kegotongroyongan masyarakat Toraja. Segala sesuatu yang dikerjakan pasti menjadi lancar dan ringan.

7. PAQPOLLOQ SONGKANG

“Polloq” artinya buntut dan “songkang” artinya ruas vambu yang biasanya digunakan untuk memerah susu kerbau yang isinya bisa mencapai 3 sampai 5 liter susu kerbau. Ruas ini juga biasa digunakan sebagai temoat menyimpan air minum nira bagi orang-orang Toraja.

MAKNANYA:

Lambang kebesaran dan kemampuan bagi para bangsawan Toraja.

8. PAQPAPAN KANDAURE

Papan artinya sebidang papan atau sebilah atau selembar papan. kandaure adalah oerhiasan tradisional khas Toraja yang mahal harganya. Benda ini dulunya hanya dimiliki oleh orang-orang kaya dan bangsawan toraja. Bahannya terdiri dari untaian biji manik-manik yang beraneka ragam warnanya.

MAKNANYA:

A. Para orang tua dahulu berharap supaya dapat menjadi rumoun keluarga yang besar dan keturunannya hidup dalam kedamaian.

B. Rumpun keluarga dalam kehidupan kuranya selalu bersatu dalam satu mata rantai bagaikan butir manik-manik tetap bersatu dalam seutas benang dan dapat menyenangkan orang lain.

9. PAQSALAQBIQ DIBUNGAI

Salaqbiq dalam bahasa toraja artinya penghalang. Simbol ukiran ini dalam bentuk belahan bambu secara bersilang, secara umum biasa juga diartikan pagar.

Ukiran ini biasanyaitempatkan pada bagian depan rumah tongkonan dekat pintu. Ujung-ujung dari belahan bambu ini diruncingkan sedemiiian rupa sehingga menyerupai tonbak sehingga orang tidak dapt melewatinya. Jenis pagar ini biasanyaengelilingi rumah sehingga dapat menghalangi siapa saja yang datang bermaksud jahat bagi penghini rumah.

MAKNANYA:

Menurut kepercayaan orang toraja dahulu,benda ini(salaqbiq) adalah sarana untuk mencegha apapun yang bersifat negatif terhadap penguni rumah seperti penyakit sampar, serangan musuh dll.

10. PAQSEKONG SALA

Artinya silang atau palang yang berkait pada kedua ujungnya. Kesua yang berbentuk siku-siku selalu bersalahan(tidak pernah bertemu). Ukuran ini sebgai tanda peringatan kepada rumpunnya untuk berhati-hati dalam menempuh kehidupan ini.

MAKNANYA:

Diharapakan tidak mencampuri urusan orang lain dan hal ini dapat menimbulkan pihak ketuga yang dapat membahayakan.

10. PAQSEMPA

Simpa artinya di silang. Simbol ukiran ini melambangkan larangan. Ukiran ini biasanya ditempatkan di pintu rumah atau pintu lumbung padi (alang surak dan banua surak)

MAKNANYA:

setiap orang yang melakukan perbuatan mencuri atau perbuatan tidak terpuji baik mencuri harta benda dalam rumah maupun padi yang ada di lumbung tetap di hukum menurut adat.

11. PAQDADU

Dadu artinya dadu yaitu sejenis benda segi empat yang sama sisi permainan dari di Toraja merupakan sejenis judi yang sangat digemari oleh hampir sebagian masyarakat pada zaman dahulu kala.akibat dari permainan jatuh ini maka banyak orang jatuh melarat atau menderita.

MAKNANYA:

Kenang-kenangan dan peringatan kepada anak cucu supaya jangan bermain dadu karena sangat berbahaya.

12.PAQBARRA-QBARRAQ

Kata Barraq-barraq berasal dari kata barraq yang artinya beras.

Beras dalam bahasa Toraja merupakan kebutuhan primer dan utama,bahkan menurut kepercayaan Toraja beras seluruhnya adalah manusia sakti dan hanya dapat masuk dalam rumah yang penghuninya selalu tenang dan tidak pernah bertengkar serta tidak pernah berkata takabur(tabu).

MAKNANYA:

dalam kehidupan masyarakat diharapkan tenang dan selalu kelebihan beras.

13. PAQTEDONG TUMURU

Kata tumuru berasal dari kata turu mendapat sisipan -um dan -turu artinya menderum,misalnya kerbau menderum. Gemuruh artinya kerbau yang duduk dalam air atau tidur dalam air sambil kepalanya di atas air (kepala mencuat atau muncul di atas permukaan air).

MAKNANYA:

1. Rumpun keluarga berpengharapan memiliki banyak kerbau selama hidup.

2. Kita harus mengetahui keadaan di sekeliling kita.

14. PAQTANGKE LUMUQ

Kata ini dari kata tangke artinya cabang atau carang dan lumuq arrinya lumut. lumut dikiaskan pada sawah yang luas dan subur yang biasanya memberikan hasil berlipat ganda. kehidupan lumut dalam air selalu dalam satu keterkaitan berarti tidak terputus satu dengan yang lainnya.

MAKNANYA:

diharapkan agar kaum keluarga anak-cucu turun-temurun senantiasa berada dalam satu mata rantai yang tak terpisahkan. kehidupan keluarga yang selalu berselisih pendapat dan saling berjauhan dalam kehidupan sehari-hari adalah suatu perbuatan yang tidak terpuji.

15. PAQDON BOLU

Don dari kata daun artinya daun. Bolu dalam bahasa Toraja berarti sirih. khusus untuk daun sirih dapat dipakai untuk makan sirih dan alat upacara adat dalam permohonan kepada dewa-dewa.

menurut kepercayaan bagi yang masih menganut paham aluk todolo merupakan simbol bagi manusia agar selalu mendapat perlindungan dan berkat dari penciptaNYA.

Demikianlah beberapa jenis ukiran beserta maknanya yang terdapat pada rumah Tongkonan dan lumbung. Masih banyak jenis ukiran toraja lainnya yang belum sempat dituliskan di artikel ini. Semoga artikel ini memberikan mamfaat bagi siapa saja, dan dan semoga kita tetap melestarikan aset budaya kita sebagai orang Toraja dimanapun kita berada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: