Sabtu, 24 Maret 2018

Aksi Foto Selfie Menginjak Tengkorak Mendapat Kecaman Dari Berbagai Unsur Elemen Masyarakat Toraja

Media sosial akhir-akhir ini dihebohkan dengan aksi alay wisatawan di ke'te' Kesu' yang berpose dengan gaya seperti seolah-olah menginjak tengkorak dan memegang tulang belulang mayat dan berpose seolah-olah bermain gitar dan menguploadnya ke media sosial. Sontak kejadian ini membuat geram warga masyarakat Toraja karena dianggap menghina leluhur orang toraja serta melecehkan adat Toraja ,foto-foto kedua wisatawan ini dengan cepat beredar luas di berbagai macam media sosial,berbagai macam komentar pedas bermunculan dikolom komentar foto-foto kedua wisatawan alay ini. Sebagian besar komentar para netizen mengutuk aksi kedua wisatawan ini dan meminta kedua wisatawan ini didenda secara adat dan kemudian meminta kepada pihak yang berwajib untuk menangani dan memproses sesuai dengan pasal hukum yang dilanggar dengan harapan memberi efek jera bagi pelaku sehingga kejadian ini tidak terulang lagi kedepannya.




Tak hanya di dunia maya,peristiwa ini juga mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai unsur elemen masyarakat Toraja. Dikutip dari Media online Karebatoraja.com ketua DPP Gasmator Andarias mengutuk keras tindakan ini. Menurutnya aksi kedua wisatawan ini sangat tidak sopan dan menghina adat dan budaya Toraja. Gasmator kini berkordinasi dengan Laskar Lakipadada utuk mencari keberadaan kedua pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban serta motif dari kedua perbuatan wisatwan tersebut, Gasmator juga menghimbau pihak kepolisian resor Tana Toraja agar pro aktif dalam melacak keberadaan pelaku. Menurut Pangeran Tandilangi' yang merupakan pendiri Gasmator perbuatan mereka ini masuk dalam kategoro pelanggaran hukum yakni undang-undang tahun nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Baca berita lengkapnya :Gasmator kutuk "insiden" Injak Tengkorak Di Ke'te Kesu'

Dikutip dari media yang sama, sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Keluarga Besar Anak Muda Buntu Borong (AMBB) mendesak dan meminta aparat kepolisian untuk segera mengamankan pelaku,menurut mereka jika tidak segera diamankan maka akan muncul keresahan yang berkepanjangan dikalangan masyarakat Toraja. Ketua keluarga besar AMBB, Roberto Landa dengan tegas meminta parat kepolisian untuk mengamankan kedua pelaku dan diproses baik secara hukum positif maupun hukum adat.



Semntara itu Kapolres  Tana TorajaAKBP Julianto P. Sirait mengatakan pihaknya telah menelusuri dan mencari keberadaan kedua wisatawan tersebut, dan meminta kepada warga masyarakat Toraja untuk tidak terprovokasi daan tetap menjaga situasi tetap kondusif.

Baca berita lengkapnya: Anak Muda Buntu Borong Minta Segera Polisi Tangkap Pelaku "Injak Tengkorak" Di Ke'te' Kesu'

Nah, dari peristiwa ini semoga kita para wisatawan jika berkunjung ke suatu tempat hendaknya kita tetap menjaga sikap dan perilaku jika kita berkunjung suatu tempat wisata, seperti pepatah yang mengatakan "Di mana Langit dipijak, disitu langit dijunjung"alangkah baiknya kita meminta arahan-arahan dari pemandu wisata atau petugas setempat dan membaca peraturan dan larangan-larangan yang berlaku di lokasi wisata tersebut.

Dari kejadian ini juga semoga pemerintah Tana Toraja dan Toraja Utara khususnya Dinas Pariwisata dan pengelolah objek wisata untuk lebih memperhatikan wisatawan dan  segera memasang peraturan-peraturan dan larangan atau hal-hal yang tidak boleh dilakukan wisatawan selama berada di objek wisata tersebut.

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.