Sabtu, 23 Juli 2016

Jenis Upacara Rambu Tuka' Suku Toraja

Upacara Rambu Tuka adalah bentuk upacara syukuran menyembah kepada Deata(dalam aluk todolo) atau Puang Matua dengan memotong ayam,babi atau ayam di bawah pimpinan upacara adat atau tominaa.

Adapun jenis-jenis dri upaara rambu tuka' masayrakat toraja ialah:

1. Mangrara Banua


Silsilah keluarga tidak ada yang tertulis tetapi hubungan keluarga dapat saling mengenal satu sama lain dalam hubungan ikatan rumah adat yang disebut TONGKONAN.Jika rumah Tongkonn sudah dibangun atas biaya bersama dari seluruh keluarga maka sebelum ditempati diadakan pesta yang dihadiri seluruh keluarga yang masing-masing anggota memotong 1 ekor babi besar.

2. Ma' bugi'


Merupakan upacara syukuran dalam kampung sesudah panen.Ma'bugi juga diadakan untuk syukuran kampung sesudah terjadi wabah penyakit agar tidak tertular lagi.Kalau ada orang mati dalam kampung yang belum dikuburkan tidsk boleh diadakan ma'bugi'.Orang-orang kampung memotong ayam dan memasak nasi ketan dalam bambu  kemudian dimakan bersama dengan minum tuak(nira),Tari-tarian ma'bugi diadakan secara massal y6ang diikuti oleh laki-laki dan wanita.

Jenis Upacara Rambu Tuka'  Suku Toraja

3. Maro


Pesta maro diadakan untuk menyembuhkan orang sakt yang diganggu roh halus. Maro juga dapat diadakan pada ara mangrara banua. Akan tetapi yang menarik perhatian adalah acara maro untuk menyembuhkan orang sakit. selama jangka waktu untuk penyembuhan orang sakit,biasanya dua atau beberapa minggu orang yang sakit diobati seetiap malam dengan dikelilingi orang yang melakukan tarian maro. Di tengah kerumunan massa yang menari pada malam hari,setelah orang sakit sudah mendapat keringat dan sudah beberpa orang dukun kemasukan roh halus,maka pengobatan dilakukan dengan darah yang menetes dari dahi dukun dan dari darah yang diambil dari lidah dukun yang dilukai. Luka-luka dukun akan segerah sembuh sesudah mengaakan kontak dengan deata dengan mempergunakn daun pohon tabang.
Proses ini beralngsung tiap malam seara aara maro berlangsung sampai orang sakit sembuh. Yang menrik perhatian adalah orang - orang yang pernah dirasuk deata segera dapat menjadi dukun an luka-luka pada badannya dapat disembuhkan segera setelah mengadakan pengobatan.

4. Merok


Adalah suatu pesta besar sebagai kelengkapan dari pesta upacara kematian seorang bangsawan yang diadakan kalau keluarga yang bersangkutan sudh merasa mampu.Pada waat itu diharapkan bahwa arwah almarhum sudah menjadi anggota kluarga dewata(pembalikan) dan disini deata yang disyukuri. Acara merok berlangsung dalam beberapa hari dan tiap malam pemipmpin agama aluk todolo berkumpul mengimpentarisir segalah atribut dan seluk beluk adat untuk dibaharui dalam pikiran(semacam refreshing course) para tominaa saling menguji kecerdikan berkata-kata dan berpuisi.

Seekor kerbau dipotong sebagai persembahan kepada puang matua dan dalam sebelum hari terakhir kerbau ini ditingga'/disomba mengenai asal mula makhluk diciptakan olehm Puaang matua melalui sauan sibarrung dimana nenek manusia,nenek kerbau dan lauk diadakan untuk itulah kerbau dipelihara untuk dikembalikan pada fungsinya sebagai hewan korban.

Pesta merok dapat pula diadakan sebagai syukuran besar dari satu keluarga bahagia karena kaya. Pesta merok diadadakan dibeberapa tempat untuk acara rumah tongkonan.

5. Ma'sariri


Pesata panen yang sebagaipenutup dari upacara orang mati yang tergolong menengah(pembalikan menengah) diakhiri dengan ma'sariri 2 atau 4 ekor babi dipotong.

6. Ma'bua


Ini adalah pesta rambu tuka' yang paling menarik dan paling besar tetapi tidak semua daerah lingkungan adat mengadakan pesta ma'bua. sebagian tempat di tana toraja hanya mengenal pesta merok sebagai pengucapan syukur yang paling tinggi. Tetapi daerah riu dan sekitarnya dikawasan lempo batutumonga pesta ma'bua hampir setisp tahun diadakan oleh keluarga yang mampu. Anak gadis diberi pakian lengkap dan menjadi tontonan yang menarik. Acara membawakan obor pada malam hari merupakan pula sebagai atraksi yang paling menarik.

7. Ma'bate


Sebagai lanjutan dari pesta merok dan pesta ma'bua pada hari terakhir penutupan acara semua orang kampung pergi ke tempat terbuka berpesta ria dengan memotong padi danayam. di tempat terbuka ini didirikan menarara yang tinggi yang dihiasi dengan kain MAA' semacam kain ikat antik dan parang antik yang khusus yakni parang yang dahulu digunakan dalam peperangan

Baik kain maa' maupun parang antik(la'bo' todolo) sudah sangat jarang karena hampir punah. Setelah selesai acara makan di arena terbuka,diadakan tarian adat seperti tarian ma'dandan,tarian ma' gellu' dan tarian maro.

8. Sisemba'


Pesta panen suatu antraksi massal perkelahian antar kampung yang mempergunakan kaki, tidak boleh mempergunakan kaki dan senjata lain. Tiap kampung menurunkan jago-jago semba' di arena terbuka,sisemba' mempunyai juga syarat-syarat lain,tidak boleh menyepak lawan yang jatuh atau sudah menyerah

Itulah beberapa upacar dalam Upacara Rambu Tuka' suku Toraja

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.