Selasa, 26 Juli 2016

Tominaa Dan Tomebalun Serta Tugasnya Sebagai Pemimpin Adat Suku Toraja

Dalam upacara pelaksanaan aluk todolo selalu ada yang memimpin adat yang disebut Tominaa. Sedangkan untuk upacara persembahan kepada deata/dewata  dan mengurus upacara pemakaman orang mati disebut ialah Tomebalun yang diangkat dari golongan masyarakat terendah,sedangkan Tominaa diangkat dari golongan menengah. Dibahagian selatan Toraja tomebalun ini disebut tomakayo.

Kalau dalam sebuah desa timbul wabah penyakit manusia, ternak atau tanaman, diadakan musyawarah adat yang dipimpin oleh tominaa. Mereka mencari penyebab dari kalangan masyarakat yang kiranya ada pelanggaran misalnya berbuat zinah, mengambil barang dari kuburan sehingga arwah marah atau deata murkah sehingga terjadi hukuman malapetaka bagi desa dan penghuninya, Untuk menghilangkan wabah tersebut, tominaa membawa persembahan kurban seekor ayam atau babi di tempat yang khusus untuk persembahan kurbann itu.

Tominaa Dan Tomebalun Serta Tugasnya Sebagai Pemimpin Adat Suku Toraja

Tominaa dan tomebalun adalah masyarakat yang hidup sangat sederhana,mereka tidak digaji tetapi mereka mencari nafkah. sendiri seperti halnya masyarakat biasa, akan tetapi kalu orang memotong padi atau memetik jagung dan mereka ini hadir, semua anggota masayarakat bermurah hati memberikan ala kadarnya sumbangan untuk dibawah kerumahnya oleh petugas kemanusiaan itu.
Tominaa dan tomebalun tidak menuntut fasilitas apapun dan kapan saja dibutuhkan masyarakat, malam atau hujan mereka harus memenuhi panggilan tugasnya, Tomebalun lebih banyak pantangannya, ia tidak boleh menghadiri pesta untuk deata, ia tidak boleh memasuki halaman rumah anggotanya kalau tidak dalam rangka kewajiban.

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.