Jumat, 15 Juli 2016

Tentang Rumah Tongkonan Suku Toraja

Rumah Tongkonan


Rumah Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja, atapnya melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu (Saat ini sebagian tongkonan menggunakan atap dari seng). Di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Bagian dalam ruangan dijadikan tempat tidur dan dapur, berasal dari kata Tongkon (artinya duduk bersama-sama). Tongkonan dibagi berdasarkan tingkatan atau peran dalam masyarakat (Stara sosial masyarakat Toraja). Didepan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut 'alang'. Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem (bunga) saat ini sebagian sudah menggunakan bahan cor tembok. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari yang disebut "pa'bare' allo", yang merupakan simbol untuk meyelesaikan perkara.

Tentang Rumah Tongkonan Suku Toraja

Khususnya di sillanan-pemanuka (Tallu Lembangna) yang dikenal dengan istilah Ma'duangtondok terdapat tongkonan A'pa' (empat rumah tongkonan) yang memegang peranan penting dalam masyarakat sekitar.

Rumah Tongkonan terbagi dua yaitu Karua dan dan Tongkonan A'pa'

Tongkonan karua terdiri dari:


  • Tongkonan Pangrapa' (Kabasaran)
  • Tongkonan Sangtanete Jioan
  • Tongkonan Nosu (To intoi masakka'na)
  • Tongkonan Karampa' Panglawa padang
  • Tongkonan Tomentaun
  • Tongkonan To'lo'le' Jaoan
  • Tongkonan Sissarean
  • Tongkonan To Barana.
  • Tongkonan A'pa' terdiri dari:
  • Tongkonan Peanna Sangka'
  • Tongkonan To'induk
  • Tongkonan Karorrong
  • Tongkonan Tondok Bangla' (Pamanukan)

Banyak rumah adat yang konon dikatakan tongkona di Sillanan, tetapi menurut masyarakat setempat, bahwa yang dikatakan tongkonan hanya 12 seperti tercatat diatas. Rumah adat yang lain disebut banua pa'rapuan, yang dikatakan tongkonan di Sillanan adalah rumah adat di mana turunannya memegang peranan dalam masyarakat adat setempat. Keturunan dari tongkonan menggambarkan strata sosial masyarakat di Sillanan,. Contoh Tongkonan Pangrapa' atau (Kabasaran) pemegang kekuasaan pemerintahan, bila ada orang yang meninggal dan dipotongkan 2 ekor kerbau, satu kepala kerbau dibawa ke Tongkonan Pangrapa' untuk dibagi-bagi turunannya.
  • Strata sosial masyarakat Sillana di bagi atas 3 tingkatan yaitu:
  • Ma'dika (Darah biru/keturunan bangsawan)
  • To Makaka (Orang merdeka/bebas)
  • Kaunan (budak), budak masih dibagi dalam 3 tingkatan.

Sejarah Kabasaran


Pada awalnya kabasaran dipegang oleh Tintribuntu yang berkedudukan di Buntu Lalanan (rumah adat Buntu sebelah barat). Kemudian anaknya Tintribuntu yaitu Tome kawin dengan anak dari Tongkonan Sangtanete Jioan (Tongkonan Sangtanete sebelah timur). Sampai dipertahankan oleh Pong Paara' di Sangtanete Jioan. Setelah Pong Paara' meninggal (tidak ada anaknya), akhirnya muncul pemberani dari Doa' Doa'. Kekuasaan lemah di Doa' setelah So' Padidi meninggal, karena semua anaknya adalah perempuan 3 orang, sehingga muncul tipu muslihat yang dikorbankan adalah 4, maka Doa' dianggap tidak mampu memegang keukasaan, akhirnya dibawa Boroalla ke Tongkonan Pangrapa' sampai saat ini.

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.