Senin, 25 Juli 2016

Tau-tau atau Patung Suku Toraja

TAU-TAU artinya orang-orangan atau patung. Pada saman dahulu bahkan sampai sekarang, orang kaya atau orang bangsawan jika meninggal dibuatkan patung atau tau-tau. Kalau upacara pemakaman orang bangsawan misalnya dirapai', maka salasatu unsur dirapai adalah pembuatan patung dari yang meninggal tersebut.

Patung atau tau-tau ini dibuat dari kayu nagka yang kuat,matanya dibuat dari tulang atau tanduk kerbau. yang putih adalah tulang dan yang hitam adalah tanduk.Pada umumnya bentuk roman muka tau-tau tidak menyerupai roman muka dari yang meninggal.

Tau-tau atau Patung Suku Toraja

Jenis laki-laki dan perempuan hanya dapat dibedakan dari pakaiannya. akan tetapi ada pengaruh dari seniman yang dikiurim ke Bali dan setelah kembali membuat tau-tau yang menyerupai roman muka dari yang meninggal,maka sekarang tau-tau yang sekarang dibuat menyerupai roman muka dari almarhum. Para wisatawan lebih tertarik pada model tau-tau yang asli dan inilah yang banyak hilang dari kuburan dicuri dan dijual kepada penadah barang-barang antik.

Tangan kanan tau-tau selalu terbuka ke atas seakan-akan mengharapkan sesuatu sedangkan tangan kiri selalu lurus di samping kiri,adajuga yang keduanya terbuka ke atas. Arti dari tangan kanan tebuka ke atas dari tau-tau tersebut bukan meminta berkat akan tetapi meminta TEKKEN yakni harta bendanya harus diberikan dan anak-anaknya tidak boleh mendapat warisan cuma-cuma tanpa mengorbankan kerbau dan babi sesuai dengan banyaknya hartanya dan kemampuan anaknya.

Tau-tau ini dapat kita jumpai pada pekuburan di londa,suaya,ke'te' kesu' dll. Demikian sekilas tentang tau-tau atau patung dari adat suku toraja.

Pada jaman sekarang para pengrajin tau-tau tidak hanya membuat tau-tau atau patung untuk orang yang meninggal namun sekarang mereka juga membuat miniatur tau-tau sebagai souvenir yang dijual kepada para wisatawan sebagai ole-ole.Jika anda ke toraja anda dapt menemukanya di pusat pertokoan Rantepao dekat kandean dulang,atau di tempat objek-objek wisata di toraja.

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.