Minggu, 24 Juli 2016

Pembagian Daerah Adat Dan Fungsi Pemimpin Adat Suku Toraja

Adat istiadat di Toraja tetap di pelihara baik oleh para pemimpin adat dan didukung secara ikhlas oleh anggota masyarakatnya. Akan tetapi daloam penerapannya fungsi adat ditiap lingkungan adat adalah satu sama lain mempunyai ciri-ciri khusus kalau dapat dikatakan berbeda satu sama lain.

Daerah lingkungan adat di Toraja dapat dibagi sebagai berikut:

· Daerah adat bahagian barat dengan penguasanya ialah Makdika
· Daerah utara penguasanya adalah siambe'/sindo'
· Daerah tallu lembangna penguasanya adalah Puang

Penguasa Adat di tiap daerah lingkungan adat dibantu oleh pemimpin adat yang langsung menangani pelaksana adat sebagaimana mestinya. Pemimpin adat umumnya mempunyai nama yang sama untuk semua lingkungan kolektib dalam sebuah desa.
Sebagai misal AMBE' TONDOK yaitu Pemimpin masyarakat kolektib dalam sebuah desa. Tugasnya Pluralistik, baik sebagai penguasa maupun sebagai hakim adat untuk menjaga kestabilan masyarakat desanya.

Pembagian Daerah Adat Dan Fungsi Pemimpin Adat Suku Toraja

TOPARENGE',mereka adalah penanggung jawab adat dan agama. Mereka menjadi pioner dalam memulai menanam bibit padi. Mereka tempat bertanya kalau ada rencana anggota masyarakat hendak membuat pesta atau niat perkawinan selalu bersama Ambe' Tondok dalam menentukan sesuatu. Toparenge' berpantang tidak boleh makan binatang mati atau bangkai.

Toparenge' berpantang dari makanan tertentu sejak padi mulai berbuah sampai selesai dipetik. Toparenge' tidak boleh makan di pasar, tidak boleh makan daging hewan yang mati dan lain-lain. Pembahagian daging pada upacara adat selalu mendahulukan Toparenge'.

Toparenge' adalah kedudukan turun temurun pada suatu keluarga karena fungsi ini diberikan kepada keluarga yang pada waktu dahulu berjasa membela keamanan kampung.

TOBARA, ialah pembantu Toparenge' dalam membina adat. Dalam tiap desa ada dua atau empat Tobara.
TOMINAA, tugasnya ialah menjalankan aturan agama dengan memberikan petunjuk pada anggotanya. Tominaa ini mengetahui Aluk Todolo dan mereka kuat ingatan karena peraturan agama tidak ada yang ditulis. Tominaa mempunyai bahasa yang sulit dipahami oleh orang biasa. Penghidupan Tominaa sangat sederhana.
TOBULO DIA'PA', mereka ini adalah pendukung adat dan agama. Mereka anggota masyarakat biasa yang tidak memegang fungsi selain menaati peraturan masyarakat dan agama.

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.