Sejarah Datangnya Nenek Moyang Suku Toraja Di Tana Toraja

Menurut sejarah yang tidak tertulis yang hanya diceritakan dari mulut ke mulut,nenek moyang suku Toraja berasal dari Indo-China, dan kisah datangnya nenek moyang mereka melalui laut dengan perahu. Ini kemudian melandasi kepercayaan setempat terhadap filosofi bentuk rumah Toraja yang melengkung seperti perahu serta orientasi utama ke arah utara. Dari hasil penelitian dikemukakan bahwa orang mendiami matari allo adalah suku bangsa yang berasal dari luar sulawesi selatan yang diperkirakan datang sekitar abad ke 6 dengam menggunakan perahu melalui sungai menuju ke pegunungan. Bumi Toraja telah dihuni manusia sejak ratusan ribu tahun yang silam, temuan dari masa megalitik dimana tradisi megalitik masih diperthanlan dan dapat disaksikan sampai saat ini, suku bangsa yang datang ini berasal dari Asia Barat. Menurut Dr. C. pelras menyatakan orang-orang sulawesi merupakn migrasi dari Asia Barat dan Asia Timur yang datang dalam 2 gelombang.



Gelombang pertama dari Asia Barat melalui Sumatera, Jawa lalu menyebar ke timur termasuk Sulawesi.

Gelombang ke 2 dari Asia Timur(China Selatan) melalui Formosa (Taiwan), Filipina, Silawesi terus menyebar ke Timur. Leluhur bangsa Indonesia(termasuk leluhur suku Toraja) berasal dari daerah Yunan dan Tongkin di kaki pegunungan Himalaya sebelah tenggara dan juga bahasa Munda di India Selatan masih serumpun dengan bahasa-bahasa di kepulauan Pasifik.

Leluhur Toraja berangkat dari tempat kediamannya di kaki pegunungan Himalaya sebelah tenggara disebut Tenggara sekitar 300 tahun sebelum masehi sampai tahun 500 masehi. Dalam perjalanan mereka dengan perahu rupanya mereka melalui dan sempat singgah pada sebuah pulau kecil yang disebutnya dalam bahasa toraja Langkae(pulau kecil). Selanjutnya berlayar menelusuri sungai deras dan berbatu akhirnya mereka menambatkan perahunya, naik ke darat dan tinggal menetap untuk pertama kalinya di daerah Bamba Puang di Enrekang.

Kata Enrekang dalam bahasa Bugis, Endekan dalam bahasa Toraja dan massenrengpuluh berarti pelabuhan , tempat naik ke atas daratan. Mereka turun dari atas perahu-perahu dalam kelompok-kelompok atau rombongam tertentu lalu mendirikan rumah-rumah kediaman mereka serta membentuk daerah kesatuan adat tertentu yang disebutnya lembang atau arruan.

Menurut cerita, dari tempat inilah( Bamba  Puang) nenek moyang suku Toraja Mulai menetap, berkembang dan membentuk sistim pemerintahan kemudian menyebar keseluruh wilayah Toraja.

Demikianlah sejarah singkat masuknya nenek moyang suku Toraja di Toraja. Semoga bermamfaat.

You Might Also Like:

Disqus Comments