Inilah Beberapa Kebiasaan Unik Yang Hanya Ada Di Toraja

Di setiap daerah atau tempat di indonesia bahkan di dunia pasti memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang unik yang mungkin hanya terdapat di daerah itu, baik itu dari segi budaya adat ataupun perilaku sehari-sehari.

Nah, demikian halnya dengan masyarakat suku Toraja, mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan yang unik dan sudah turun temurun dilakukan, baik itu dari segi budaya, adat, perilaku sehari-hari, ataupun sapaan-sapaan khas suku Toraja.



Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan masyarakat Toraja

1. Menjemput jenazah di perbatasan


Jika ada kerabat atau keluarga orang Toraja yang meninggal di luar Toraja,entah itu di Makassar, Palopo, enrekang dll maka kerabat atau rekan-rekan dari yang meninggal akan menjemput jenazah di perbatasan daerah Toraja. Misalnya jika yang meninggal berada di makasar dan akan dipulangkan ke daerah leluhurnya maka kerabat atau rekan dari yang meninggal akan menanti kedatangan jenazah di perbatasan Toraja Enrekang tepatnya di Salubarani. Demikian halnya jika ada keluarga yang meninggal di daerah Palopo maka penjemputan jenazah oleh keluarga di perbatasan Palopo-Toraja atau tepatnya di Kaleakan. Namun, tidak mutlak penjemputan ini dilakukan di daerah perbatasan namun kadang para penjemput mencari tempat-tempat strategis disepanjang rute yang akan dilewati oleh rombongan penjemput jenazah.

Para penjemput ini akan berarak atau pawai menuju tempat jenazah akan disemayamkan dengan menggunakan mobil atau kendaraan bermotor. Tidak tahu pasti kapan tradisi ini bermula namun yang jelas tradisi ini ada saat kendaraan di Toraja sudah mulai banyak. Para penjemput ini tidak dibayar namun mereka dengan sukarela sebagai wujud kepedulian atau rasa cintakasih kepada yang meninggal.

Namun sayangnya, kebiasaan ini kadang berlangsung dengan tidak tertib alias ugal-ugalan apalagi jika araka-arakan ini tidak dikawal oleh aparat kepolisian, terkadang kesempatan ini digunakan oleh  para rombongan pengantar jenazah yang kebanyakan anak muda dengan angkuh tidak mempedulikan hak pengendara lain yang berlawanan arah dengan pengantar jenazah.

2. Ma' kaburu' ( mengusung jenazah ke peristirahatan terakhir)


Kebiasaan ini sudah berlangsung turun temurun dari nenek moyang orang Toraja. Dimana  jika seseorang yang akan dikuburkan akan diusung ke tempat pemakaman. Yang uniknya, para pengusung jenazah ini  sambil mengusung jenazah berteriak sahut-menyahut dengan teriakan khas Toraja yang biasa disebut "kumalasi". Sambil kumalasi terkadang para pengusung akan saling dorong mendorong, menggoyang peti jenasah terkadang  ejek mengejek satu sama lain. Bahkan persediaan air minum yang dipersiapkan untuk pengusung bukan lagi diminum melainkan dipakai untuk  saling siram satu sama lain. Dan yang paling seruhnya jika para pengusung jenazah melewati jalan yang berlumpur dan berair disitulah para penngusung akan beraksi saling lempar melempar lumpur,menjibratkan air dengan kaki ke badan bahkan tanpa sengaja peti jenazah terkadang tak luput dari lemparan lumpur dan jibratan air oleh para pengusung jenazah. Meskipun demikian, tak ada yang marah jika terkena lumpur atau jibratan air karena semata mata ini hanyalah bentuk permainan dan katanya ini adalah saat terakhir bermain-main dengan yang dengan almarhum/h sebelum ditempatkan di tempat peristirahatan yang terakhir.

Ma'tinggoro' tedong( memotong kerbau)


Tradisi ini memerlukan keahlian dan adrenalin yang tinggi, tidak sembarang orang yang bisa melakukan tradisi ma'tinggoro' ini. Tradisi ma' tinggoro tedong ini dilakukan dengan cara sala satu kaki depan kerbau diikat dengan tali ke patok yang sudah disiapkan, dalam posisi berdiri kepala kerbau menengadah ke atas, dan saat itu petugas eksekutor kerbau ini akan menebaskan parang ke leher kerbau. Dengan sekali tebas kerbau akan langsung terkapar namun tak jarang juga ada yang berkali kali tebas, tergantung keahlian dan ketajaman parang sang eksekutor. Banyak wisatawan yang kadang tidak sanggup melihat langsung tradisi ini karena takut atau punya rasa kasihan yang tinggi terhadap hewan.

Yang di atas adalah  sebagian contoh kebiasaan unik orang Toraja pada acara rambu solo' atau acara kedukaan. Berikut kebiasaan-kebiasan unik masyarakat Toraja yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Toraja.

Manasumoraka( sapaan khas saat bertamu atau lewat di depan rumah orang lain)


Oeiii...manasumoraka? ( haloo..susah masak ka?)Jawab tuan rumah : "yooo...manasumo, talendu' lenduk komi mai...(iyaa...sudah masak, mari mampir)

Sapaan di atas adalah sapaan akrab orang Toraja,jika sedang lewat depan rumah seseorang yang kita kenal maupun rumah orang yang kita tidak kenal sama sekali. Sapaan ini hanya bersifat basa basi dan diucapkan kapanpun sebagai pengganti ucapan selamat pagi, siang, maupun malam.

Kumalasi ( terikan khas masayarakat Toraja)


Meolikomiii..!!!aihiii....,ini adalah teriakan khas masyarakat Toraja untuk saling menyapa. Kebiasaan atau tradisi ini muncul mungkin disebabkan oleh letak geografis Tana Toraja yang berada dipegunungan dengam banyak lembah serta jarak rumah yang berjauhan sehingga bersuara dengan suara yang kecil tidak akan mungkin terdengar jika menyapa seseorang dari kejauhan.cukup dengan teriakan kumalasi tanpa menyebut nama, yang mendengar akan melakukan hal yang sama dengan teriakan kumalasi juga.

Pada jaman sekarang teriakan kumalasi ini lebih sering kita dengar di acara-acara keramaian baik itu acara kedukaan maupun acara syukuran. Biasanya pada saat acara akan dimulai pembawa acara atau MC  terlebih dahulu mengajak yang hadir untuk kumalasi, selain sebagai sapaan keakraban ini juga bertujuan untuk menyemarakkan suasana acara.

Nah, dari kebiasaan kumalasi inilah kadang jika kita berada di luar toraja, jika kita mendengar seorang yang berteriak dengan kumalasi maka tidak diragukan lagi jika itu adalah orang Toraja, betul kan?,hehe...

Itulah sebagian kebiasaan-kebiasaan unik masyarakat Toraja yang mungkin hanya ada di Toraja, masih banyak  kebiasaan-kebiasaan lainnya, nanti kita bahas di lain kesempatan. Semoga bermamafaat.

You Might Also Like:

Disqus Comments