Rante Tempat Ritual Pemakaman Bangsawan Suku Toraja

Rante adalah suatu tempat khusus di dalam tiap desa untuk membantai kerbau pada upacara rambu solo' atau kematian di tana toraja di dalam upacaradirapai'. rante dijadikan sebagai tempat upacara kedua dimana di rante ini dibuat pondok tamu sekeliling rante. Di rante pula ini dibangun rumah tinggi tempat orang mati disemayamkan yang disebut lakkian.

Di tempat ini orang mati disemayamkan selama acara berlangsung. Di tengah rante pula ini dibangun bala'kaan sebuah bangunan tinggi segi empat  tempat dimana daging kerbau dibagi. Dari tempat ketinggian ini tominaa membagi daging secarah tradisional dengan menyebut silsilah keluarga tepo a'pa'na yakni turunan empat nenek sebel;ah menyebelah dan penguasa adat dari dahulu kala di toraja.



Di rante nampak pula di tengah lapangan arena upacara kematian berupa batu-batu megalit yang tinggi ramping tempat menambat kerbau yang akan dipotong pada setiap upacara pemakaman.Batu itu bernama simbuang atau telu-telo langit yang selalu bertambah satu setiasp ada upacara pemakaman besar. makin besar upacara makin besar  dan tinggi batu megalitnya.

Rante yang paling besar terdapat di Bori',Karassik di Rantepao,lobe dekat suaya di sangalla' dan sullukan di la'bo' dll. Batu simbuang ini ditarik oleh orang kampung dari tempat batu dibuat yang dalam upacara tersebut dinamakan mangriu' batu.

Para wisatawan dari perancis tertarik dengan batu megalitik ini,karena adakemiripan di negara mereka yang mereka sebut menhir atau dolmen . Mereka tidak tahu fungsi dari batu tersebut tetapi mereka gembira melihat batu itu dipergunakan untuk pemakaman di Toraja.

Demikian sekilas tentang Rante dan fungsinya,semoga bermanfaat.

You Might Also Like:

Disqus Comments