Alasan Mengapa Orang Mati di Toraja Tidak Segera Dikubur

Bagi masyarakat luas yang belum mengenal betul budaya Toraja khususnya dalam rangkaian Aluk Todolo,akan merasa heran jika melihat adanya mayat yang sudah bertahun tahun masih ditaruh dalam rumah untuk menunggu dipestakan.Inilah salasatu ciri khas masyarakat toraja yang mungkin tidak terdsapat di daerah lainnya di indonesia atau di belahan dunia lainnya. Lain padang lain belalang lain lubuk lain ikannya,kalau di daerah lain,ada kebiasaan untuk segera menguburkan orang yang meninggal agar jiwanya segera menghadap Allah dan perasaan keluarga tidak terus menerus merasa susah maka lain halnya dengan di toraja.Demikian juga dengan adat istiadat dengan keyakinan kepercayaan yang membakar tubuh mayat agar jiwanya selamat karena tubuh dan daging inilah yang membuat dosa perlu dibakar agar jiwa selamat.



Kedua falsafah hidup keagamaan di atas satu sama lain berbeda pandangan terhadap mayat seseorang tetapi kalau mereka saling mengerti dan saling mengetahui latar belakang di balik upacara penguburan masing masing maka kesimpulannya hanya satu yaitu menuju dunia akhir yang selamat. Nah,lalu timbul pertanyaan mengapa orang mati di toraja tidak cepat-cepat dikubur atau dibakar? berikut  ini latar belakang atau alasan  orang toraja menyimpan mayat di atas rumah atau tongkongan dalam waktu yang cukup lama.

1.Jika seorang anggota keluarga meninggal dan
segera dikubur maka kepergiannya akan meninggalkan  perasaan yang sangat parah seolah olah burung elang menyambar dan membawanya terbang secara tiba-tiba

2.Dengan menangguhkan penguburannya perasaan keluarga makin lama makin sadar bahwa manusia akan mati dan kalau sampai waktu kita juga akan mengikutinya.Selama menunggu saat penguburan,mayat dibaringkan di rumah dan dijaga baik-baik oleh keluarganya

3.Kematian seorang anggota keluarga harus dikabarkan kepada seluruh keluarga dan seorang anak toraja mempunyai kewajiban untuk hadir dan memberi penghormatan terakhir kepada ibu bapanya.Seorang anak perempuan Toraja harus meneteskan air mata yang terakhir untuk jasad tubuh yang telah memberi dunia ini pada anaknya

4.Seluruh keluarga perlu diberi kesempatan untuk bermusyawarah menentukan waktu dan tingkat upacara pemakaman mana yang akan dipilih.

5.Perisiapan mendapatkan atau mencari uang untuk pesta pemakaman.
 Demikianlah alasan atau latar belakang mengapa orang toraja tidak langsung menguburkan jenazah jika ada yang meninggal.

You Might Also Like:

Disqus Comments