Londe Toraya

Londe merupakan sastra toraja yang saat ini mulai jarang kita dengar diantara masyarakat.Londe biasanya dipakai sebagai curahan kalbu. Melalui londe ini,seorang mencurahkan isi hatinya kepada seseorang,dalam londe diungkapkan keinginan,pujian atau kritikan yang menghendaki jawaban langsung dari pihak yang dituju. Londe sebetulnya sama dengan pantun,bedanya londe itu tidak punya sampiran seperti pantun. Dalam pengucapannya,londe menggunakan tekanan-tekanan nada dan tekanan dinamik supaya lebih menyentuh pendengar atau orang yang ditujukan.

Berikut ini beberapa contoh londe yang tujuannya berbeda-beda


1.Londe tomangngura(londe anak muda).
2.Londe tosisalah-salah lan tananan dapo’na(londe suami isteri yang sedang berselisih dalam rumah tangganya) .
3.Londe pa’pakilala(londe untuk mengingatkan atau mengandung pelajaran).
4.Dan yang terakhir londe pa’pakilala lako todikamasei kelamalei lako tondk mambela(londe berisi nasehat kepada seorang yang akan pergi jauh atau merantau).



Londe Tomangngura(londe anak muda)


Londe anak muda yang sedang dalam tahap perkenalan(jatuh cinta), pertama-tama pihak pria sedang mengungkapkan isi hatinya kemudian ditanggapi oleh pihak wanita.
Contoh:

P: Bunga melo lan te pa’lak,bunga pukkini’-kini’, Kupiang –piang lakupadio kaleku(si pria menyatakan Pujiannya dan harapannya pada wanita yang ingin dia cintai sebagai pasangan hidupnya).

W: Danga-danga tumutiro,massangna bunga-bunga.Taek susinna kedipake meloi(Wanita membenarkan dan menerima maksud pria asal ia sungguh setia da mencintainya).

P: Sadiamo suke-suke sura’,suke dia’ga-a’ga. Inanna bunga torroan danga-danga(Si pria menyatakan kesediannya dan berjanji menjadi suami yang baik dan beratnggung jawab).

W: Ia bangri kukataku’ napokarrang bulungku,kemalayumo’ ammu sorong boko’mo(si wanita masih menyatakan keraguannya,jangan-jangan ia ditinggalkan saat wanita itu sudah layu atau tak menarik lagi.

P: Patonganni kada londong,manuk melo sissikna,pemali adek ke unnoni ballei(Si pria meyakinkan Si wanita itu bahwa janjinya bukan janji palsu,haram berjanji palsu).

W: Piranmo allu’na pasa’ dantianna tammuan. Anta sitammu umpamisa penawa( si wanita ternyata sudah yakin dan menanyakan kapan hari pasar agar mereka bisa berjumpa untuk seterusnya menyatukan hati dalam anji pernikahan).

Londe Tosisalah-salah Lan Tanana Dapo’na (londe perselisihan dalam rumah tangga)


P: Pokadanna’ kada pissan kada rebong balu’bu’. Angku issanni urrandanan kaleku(si suami meminta kepastian dari isterinya agar ia bisa mengambil sikap tentang hubungan mereka).

W: Maleko kukua io kukurrean sumanga’. Torroko duka lamedoko-dokoan(Si isteri mempersilahkan suaminya pergi agar tidak tinggal menyusahkan).

P: Diongna liku mandalan mukasinna –sinnaina’. Kendekna’ pole mupessala-salina’(Suami mengingatkan bahwa pada waktu ia berada dalam ikatan dengan wanita lain,si isteri ini memikatnya,tetapi sesudah lepas dan menikah dengannya,malah disia-siakan dan malah disuruh pergi).

W: Mokara’ka tula iti’ tuladio kalemu,kadanna indo’mu menanan kutu manuk(bukannya ia tidak    suka sama suaminya tetapi mertuanya terlalu cerewet. Sanda’ki angku memboko’ angku taangmessaile,ketangsusiko manuk angin-anginan(suaminya mengatakan coba saja jika saya pergi meninggalkanmu,pasti engkau stress).

Londe Pa’pakilala Lako To Sumurruk Tama Rampanan Kapa’


Dalam acara pernikahan,biasanya ditunjuk seorang  sebagai wakil keluarga untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat serta member nasehat kepada kedua mempelai. Salasatu nasehat yang biasanya diberikan adalah berupa londe seperti

Alloniko batu pirri’ batu tappolo-polo,polori batu tangla polo inawa


Maksud dari londe di atas adalah pegang tguhlah ikatan kasih kalian berdua,teguhlah dalam janji seperti batu karang tak akan pat6ah walau dihempas badai Londe Pa’pakilala Lako Todikamasei Kelamalei Lako Padang Mambela.

Rindu e kemamali’ko ketiliu ra’ko. Tiroko bulan saileko bintoen


Londe ini digunakan orang pada saman dahulu ketika hubungan komunikasi masih sangat sulit,orang belum tahu menulis dan surat menyurat serta alat transportasi belum ada, maka terpaksa perjumpaan pada mereka berpusat p-ada benda-bendas langit seperti bulan,bintang dsb, jika mereka saling merindukan,mereka sama-sama melihat bulan biar mata mereka bertemu di  atas bulan yang sama.

Demikianlah sekilas tentang sastra toraja mengenai londe.

You Might Also Like:

Disqus Comments