Alasan Mengapa Orang Mati Di Toraja Dipotongkan Hewan

Ajaran Aluk Todolo yakin benar kehidupan jiwa sama dengan kehidupan di dunia ini. mereka hidup di dunia-jiwa membutuhkan rumah, pakaian, makanan, dan hewan. karena itu kalau seorang meninggal dipotong kerbau dan babi agar hewan yang mati itu akan dibawah serta pergi oleh jiwa. dengan alasan ini pula rumah keluarga tidak boleh diterlantarkan sampai rubuh dan harus selalu dibaharui. pemotongan hewan juga merupakan penghargaan seorang anak kepada keluarganya. kehidupan di akhirat merupakan pantulan cermin dari hidup di dunia ini.

Penganut kepercayaan aluk todolo percaya bahwa semua arwah orang sudah meninggal dunia menuju ke satu tempat peristirahatan yang bernama puya. letak dunia jiwa itu dibayangkan berada disebelah selatan naik horison. penguasa yang bersemayam di PUYA bernama PONGLALONDONGNA yang mendapat kekuasaan penuh dari puang matuan untuk mengatur dan menertibkan kehidupan arwah manusia yang sudah meninggal dunia. apabila seorang meninggal dunia jiwanya keluar dari jasad tubuhnya dan bersiap memasuki fase kehidupan baru di alam puya. akan tetapi bila sang jiwa ini menghadap penguasa puya, ia akan ditanya sudah berapa jauh upacar pemakamannya dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tindakan kemungkinan upacara yang tersedia. kalau ternyata belum selesai dilaksanakan upacaranya dengan baik maka arwah itu tidak boleh masuk puya, dan harus kembali kedunia semula. mahluk halus yang sering mengganggu manusia sesuai aluk todolo, adalah jiwa orang mati yang belum diperkenangkan masuk puya.



Oleh karena itu semua orang toraja yang meninggal dunia harus diselesaikan aluknya/upacara pemakamannya agar jiwanya tidak sengsara mengembara mengganggu masyarakat. seseorang toraja yang meninggal ditempat jauh harus dibawanya.kalau orang yang meninggal tidak diketahui dimana rimbanya, diadakan suatu upacara formalitas dengan memasukan angin kedalam kain sarung (dipoyan angin) dan dikuburkan diliang keluarga. karena seorang mati karena kecelakaan, bagian-bagian tubuh dikumpulkan karena tubuh yang tidak lengkap, maka upacara jiwanya juga tidak lengkap masuk puya.

kehidupan jiwa dipuya adalah sama dengan kehidupan kita didunia ini karena itu untuk hidup bahagia di puya kehidupan didunia juga harus bahagia, berbuat baik terhadap sesama manusia dan memenuhi segala kewajiban dan tanggung jawab dalam masyarakat sesuai aturan aluk todolo. kehidupan didunia adalah cermin kehidupan terhadap arwah itu. semakin banyak hewan yang dipotong dan semakin ramai upacara pemakaman semakin baik hidup dipuya, karena itulah hidup orang toraja diarahkan pada saat meninggal dunia baru nampak kekayaannya.

Arwah dalam bahasa toraja namanya bombo, kalau seorang sakit keras orang dapat melihat bombonya pada upacara pemakaman orang mati lain. orang yang sakit bombonya tidak tentram, setiap saat keluar masuk badan menggembara tidak menentu. orang yang bisa melihat bombo disebut To Pakita Bombo dan ada orang yang sering melihat bayangan orang yang sakit. Penganut Aluk Todolo yakin bahwa orang dapat pergi kepuya menemui arwah keluarganya kalau ada cpersoalan yang sangat penting untuk ditanyakan.

You Might Also Like:

Disqus Comments